Auction-Owned Vehicle Inventory Gadjah Mada University 2010
0 comments
Pelaksanaan Lelang yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2010 di Gedung Pusat UGM membuahkan hasil yang spektakuler dengan harga-harga per-item kendaraan bermotor dapat mencapai angka maksimal dan angka-angka itu tidak terduga oleh para peserta lelang. Para peserta lelang tidak menyangka bahwa kendaraan bermotor yang mempunyai kondisi atau dikondisikan Rusak berat tersebut ternyata mempunyai harga tinggi di pasaran lelang. Dilema ini menjadi tanda tanya para peserta lelang, kenapa hal demikian dapat terjadi, sebab jika dilihat dari limit harga lelang untuk sebuah mobil hanya Rp.2.000.000,- s/d Rp.2.500.000,- sedangkan untuk motor hanya menggunkan limit lelang seharga Rp.250.000,- hal tersebut untuk seluruh jenis motor dan mobil yang berjumlah 24 buah. Banyak prediksi mengatakan bahwa kisaran harga motor hanya mencapai harga maksimal Rp.800.000,- s/d Rp.1.000.000,- saja sedangkan untuk kendaraan mobil hanya mencapai angka maksimal di kisaran Rp.5.000.000,- s/d Rp. 10.000.000,-. Ternyata semua prediksi dapat dikatakan tidak tepat, sebab angka pemenang untu motor mencapai harga Rp.3.879.000,- untuk sebuah motor Yamaha DT-100 buatan tahun 1975, sedangkan untuk mobil mencapai harga Rp. 42.999.550,- yaitu mobil Jeep Toyota FJ40RV yang terbilang sangat rusak berat sebab jika dilihat dari kondisi pada foto dibawah ini sangat tidak mungkin mencapai harga yang sedemikian tingginya untuk harga lelang.
Para hobbies mobil Volk Wagon juga terheran-heran karena mobil jenis sedan kodok tahun 1973 mencapai harga Rp.21.266.600 dan Jenis minibus VW Combi Brazil tahun 1980 mencapai harga Rp.11.789.000,-. Harga-harga tersebut tidak setimpal dengan biaya untuk membenahi kerusakan-kerusakan yang dapat mencapai angka jutaan rupiah. Para pecinta mobil ini sudah memperhitungkan peruntukan membuat mobil-mobil ini mulus kembali dan kemungkinan dapat dijual kembali dengan harga yang lebih menguntungkan jika mereka dapat berhasil menang lelang dengan angka-angka rendah, tetapi pada kenyataannya mereka terheran-heran karena harga pemenang sangat tinggi melebihi biaya renovasi ulang.
Begitu juga dengan beberapa motor tua yang terbilang retro karena tahun pembuatannnya yang berkisar antara tahun 1972-1983. Motor ini mencapai angka tertinggi dengan harga Rp.3.879.000,- untuk jenis Motor Trill Yamaha DT-100 tahun 1975. Sedangkan untuk Honda CB-100 buatan tahun 1980 mencapai harga Rp.3.150.000. Merupakan angka-angka spektakuler, sebab dengan harga tersebut, para hobbies dapat membelinya di pedagang bebas dengan kondisi yang sudah mulus dan rapi siap untuk kongkow bersama teman-teman.
Relation with this article:
« Fishing Spot Yogyakarta Code river Next Post
Dongkelan as an Animal Market at Yogyakarta »





